Bahagia adalah bagianmu, bagianku
hanya melihatmu menikmati itu. Bagiku, ini sudah cukup bagian dari bahagiaku,
sebagian lagi, ketika bersamamu. Nyatanya, aku tidak sedang bersamamu. Dan kamu
tahu itu? Iya aku sedang tidak berbahagia, separuh bahagiaku hilang dibawa
olehmu.
Aku bahkan tidak tahu sekarang
kamu dimana. Dan kamu tahu itu? Bahagiaku, nyaris sepenuhnya tidak ada. Hampa.
Kamu percaya? Jangan. Lebih baik kamu percaya bahwa kebahagiaan itu memang
pantas untukmu.
Atau mungkin, kamu juga tidak
bahagia? Ah, aku tidak yakin kamu tidak bahagia. Kamu paling bisa membuat
segalanya menjadi bahagia.
Kamu bilang, bahagia itu, kita
yang menciptakannya bukan orang lain, karena jika bahagia itu diciptakan oleh
orang lain dan orang lain itu pergi, kelak kamu tidak akan pernah bahagia,
hampa selamanya.
Orang yang tidak bahagia bukan
berarti selamanya dia tidak bahagia, sebenarnya, dia sedang diberi jeda untuk
belajar menciptakan bahagia itu sendiri, bukan untuk orang lain tapi untuk
dirinya sendiri. Jika sudah begitu, yang lain pun akan mengikutinya, bahagia
juga.
Aku belajar dari kamu, mencoba
mencipta, untuk bahagia.
Untuk kamu, terima kasih sudah
mengajarkanku untuk mencoba menciptakan bahagia.
Dan ternyata pesan ini yang ingin
kamu sampaikan. Jika kita sudah bisa bahagia untuk membahagiakan orang lain,
bisa saja kelak kita yang pergi, bukan berarti kita ingin meninggalkannya,
hanya saja, kita memberikan ia jeda untuk belajar menciptakan bahagia. Begitu
seterusnya, orang lain pun akan menyampaikannya kembali ke yang lain. Jika
begitu, bukankah di dunia ini akan lebih banyak orang yang bahagia?.
Tunggu, bukan berarti kita ingin
meninggalkannya? Iya, bisa saja kita bertemu kembali dengan orang yang sama,
bukan lagi tentang mengajarkan, tapi menciptakan untuk bahagia bersama.
Masih maukah kamu bersamaku lagi?
Tidak, kita tidak akan mengulangi
hal yang sama. Aku bukan (lagi) orang asing bagimu, aku sudah banyak belajar,
kamu tidak perlu lagi bersusah payah mengajarkan. Ingat, ini bukan lagi tentang mengajarkan, kita akan
bahagia bersama-sama.
Kamu lelah? Jangan, biar aku saja
yang lelah, menciptakannya untukmu. Itu sudah cukup membuatku merasa bahagia.
Bersamamu, dan melihatmu bahagia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar