Peka itu sama seperti
komunikasi, bukan satu arah tapi dua arah, kadang terarah malah lebih
sering salah mengarahkan. Iya, kalau pekanya sendirian tanpa ada
pihak yang menyadari kepekaan yang kami tunjukkan. Ini bukan soal
menyerah atau tidak, tapi kami juga butuh perhatian anda untuk
menyadari kepekaan yang kami tunjukkan agar tidak terlihat bodoh di
depan orang-orang, terlebih terlihat bodoh di depan anda.
Kami mungkin sudah
terbiasa melakukan ini, sampai anda tersadar bahwa peka tidak
selamanya untuk dinikmati melainkan dimengerti. Iya dimengerti. Anda
mungkin berpikir bahwa kami kesepian, namun kami yakin bahwa anda
akan mengisi kesepiannya kami. Risih memang, tapi bagi kami itu
sebagai bentuk kasih yang kami punya untuk anda, yah peka.
Berbagai cara sudah kami
lakukan, sekalipun kami terlihat bodoh di depan anda. Pinta kami
hanya satu, berhentilah untuk berpura-pura bodoh di depan kami. Kami
tahu, andapun tahu, tapi kenapa anda tidak memberi tahu kami untuk
berhenti menyudahi peka yang berlebihan, yah berlebihan, karena peka
yang sesederhana itu saja anda tidak mengerti.
Kami bisa saja pergi,
membawa peka yang tiap hari kami beri. Karena kami tahu, kami hidup
bukan untuk orang-orang yang tidak bisa menghargai tapi kami hidup
untuk orang-orang yang mengerti kami. Mungkin orang itu bukan anda,
karena peka bisa saja salah arah. Yah kami bodoh, dan kami tidak
pernah menyesali apa yang kami lalukan, peka ke orang yang salah.
Kami hanya belajar, bagaimana mendekatkan diri ke orang yang kami
anggap jodoh, meskipun kami tahu, cara kami terlalu bodoh.
Sama sekali kami tidak
pernah mengharapkan balasan dari anda, kami hanya ingin dihargai.
Tidak, kami sama sekali tidak haus penghargan, kami hanya tidak ingin
menghabiskan waktu untuk peka sendirian apalagi salah mengarahkan.
Cinta itu perlu
pengorbanan, tapi percuma jika anda menganggap pengorbanan kami
sebagai bentuk cari perhatian. Cinta itu memberi dan menerima, tapi
percuma jika hanya kami yang memberi dan hanya anda yang menerima
sedangkan kami tidak mendapatkan apa-apa dari anda dan anda tidak
memberikan apa-apa untuk kami. Kami mungkin terlihat egois, bukan,
ini bukan egois tapi kepekaan kami sudah diambang kritis.
Sebaiknya kami pergi,
mencari kembali orang-orang yang siap menerima kepekaan dari kami
untuk dimengerti. Kami sadar, mungkin anda tidak butuh peka dari kami
tapi dari orang lain yang anda mengerti. Karena peka sama seperti
komunikasi, bukan satu arah tapi dua arah, kadang terarah malah lebih
sering salah mengarahkan.
Kami yang selalu salah
mengarahkan.